Tingkah-Tingkah Aneh di Kereta


Tidak terasa sudah hamper 4 tahun naik kereta ini untuk pergi ke kerja atau sekolah dan tiap hari pasti ada saja yang aneh-aneh untuk dilihat.  Kali ini aku ada bawa laptop, jadi yah, pikir-pikir daripada kebosanan di kereta, mending tingkah-tingkah aneh itu diberi komentar.

Let’s see, mulainya dari mana yah?  Kayaknya aku mau mulai dari si bapak yang duduk disebelahku.  Begitu duduk, si bapak ini langsung stretch out di tempat duduk.  Ruangan tempat duduk ini kecil sekali.  Kaki kadang-kadang tidak bisa diperpanjangkan, apalagi kaki orang-orang disini yang panjangnya bisa ampun-ampun deh.

Waktu pertama mengamati si bapak ini, aku bertanya di dalam hati, orang ini kok mau bikin apa yah? Dia mulai dengan tangannya direntangkan lurus kedepan, melewati tempat duduk di depannya, sampai orang yang duduk disitu balik melihat ke bapak ini.  Tapi dicuekin saja sama si bapak.  Perasaan tangannya itu direntangkan sampai sekitar 5 menit deh, sampai capek melihat dan menunggu.  (Aku nontonnya melalui pantulan dari kaca jendela disebelahku, jadi tidak melihat langsung.  Sungkan kalo dipelototin, biarpun kayaknya si bapak ini tidak peduli).

Sesudah selesai dengan tangannya, eh, kepala mulai diputar-putar, mengingatkan aku dengan film the Exorcist.  Hiii…  Untunglah kepalanya si bapak ini tidak berputar 360 derajat.  Kayaknya kalau tidak salah dengar, ada tulang-tulang yang berbunyi juga.  Seru.

Dan aku kirain dia sudah selesai, eh, dia malah berdiri dan mulai stretch kakinya.  Aduh, aku berpikir, yang berikutnya apa nih?  Jangan sampai dia mulai senam raga disini.  Tapi untung dia berhenti sesudah itu.  Syukur deh.  Sesudah itu, dalam perjalanan selanjutnya si bapak akhirnya tidur, dan…ngorok.  Ampun deh si bapak ini.  Kejutan apa yang berikut, pak?

Ngomong-ngomong mengenai masalah tidur dan ngorok, aku punya banyak cerita nih.  Selama naik kereta dalam 4 tahun ini, perasaan aku sudah dengar banyak macam model ngorok.  Mulai dari ngorok yang sopan (yang suaranya agak lembut) sampai ngorok yang pasti kedengaran sampai di ujung kereta.  Kadang-kadang sampai pakai headphone pun tidak ada keberhasilan untuk menutup suara itu.  Yang paling buruk itu suara ngorok yang tidak teratur, kadang-kadang kecil dan halus selama beberapa menit, dan tiba-tiba….bom meletus!  NGROK!  Sudah bom meletus itu dilanjutkan dengan suara mendengus dari orang itu.  Ngorok saking kerasnya sampai membangunkan dirinya sendiri.  Dan cyclenya mulai lagi….  *Sigh*.

Kereta ini cuma satu-satunya kereta yang menghubungkan daerah utara Indiana dengan Chicago.  Kadang-kadang kalau ada acara besar di Chicago, kereta pasti penuh.  Salah satu acara besar di Chicago adalah baseball games.  Chicago punya dua baseball team yang terkenal, Cubs dan White Sox.  Di Indiana sepertinya banyak fans team Cubs.  Setiap Cubs ada main, pasti kereta penuh.  Cubs fans ini terkenal dengan apanya coba?  Jago minum bir!  🙂  (Please don’t kill me, Cubs fans)

Baseball games disini sebenarnya terkenal dengan jualan birnya.  Bir dimana-mana.  Sampai di WC pun ada bir.  Kalian mungkin berpikir fans ini minumnya cuma pas lagi nonton baseballnya, iya kan?  Nope.  Mereka kayaknya banyak yang sudah mulai minum sebelum keluar dari rumah.  Tidak ada masalah apakah mereka di kereta dalam perjalanan menuju ke stadium atau perjalanan pulang, pokoknya pasti banyak yang sudah mabuk.  Pernah lihat orang-orang bule mabuk belum?  Mereka mabuknya betul-betul…obnoxious!  Nyanyi-nyanyi dengan suara keras sekali, ngomong pun sampai teriak-teriak, kadang-kadang sampai menggoda penumpang lain di kereta.  Tapi banyak juga yang lucu kelihatannya.  Ada yang tidur sampai ngorok, sampai air yang menetes keluar… 🙂  Ada yang mencoba jalan di dalam kereta yang bergoyang, kelihatannya sampai mau jatuh.  Ada yang hampir lupa stasiun yang mana untuk keluarnya, dan ingatnya pas sebelum pintunya tertutup.  Kadang-kadang sampai harus berlari-lari segala.  Lucu pokoknya.

Yah, begini lah hidup di Indiana yang harus naik kereta tiap hari.  Daripada melamun terus, mending cari topik yang bisa ditertawakan.  Terima kasih untuk si bapak di sebelahku ini untuk ide untuk menulis blog ini yah.   Cuma karena menulisnya tentang dia, blognya harus ditulis memakai bahasa Indonesia.  Jangan sampai nanti dia coba-coba mengintip, pura-pura tidur.

By the way, this is my first time again in many years writing a blog or writing anything in Bahasa Indonesia.  Terakhir menulis dalam bahasa Indonesia waktu masih tahun pertama di U.S., menulis surat-surat ke teman-teman di Malang.  Maklum, itu jaman dahoeloe kala/purba, sebelum ada internet.  Lumayan, memang betul kaku, tapi yang penting masih ingat cara menulis Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s